Menu kgk jelas

Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Juni 2014

Bahasa Indonesia

Tugas bahasa indonesia 2:
1. Topik RealSense

Tujuan
Tujuan pengambilan topic diatas dengan artikel tersebuat adalah, agar para mahasiswa lebih mengetahui teknologi yapa yang sedang dikembangkan sekarang, dan diharapkan mahasiswa memiliki semangat untuk membuat aplikasi dengan teknologi tersebut, sehingga Indonesia bisa menjadi terdepan dalam bidang teknologi informasi

2. Jenis artikel yang diulas adalah jenis paragraf eksposisi, karena sesuai dengan ciri-ciri dari paragraph eksposisi, yaitu paragraph yang memberikan informasi atau pengerahuan kepada pembaca dan dapat menjawan pertanyaan seperti apa, mengapa, kapan dan bagaimana.  Artikel yang diulas membahas dan memberikan informasi mengenai teknologi RealSense, yaitu suatu teknologi yang dapat memberikan kesan seperti penginderaan manusia

3. Formula penyusunan kalimat
a. S1+P1+O+ket
- “Intel mengatakan, teknologi RealSense akan membantu perangkat bisa  melihat seperti mata manusia”
- “Apple baru saja membeli perusahaan PrimeSense yang juga membuat perangkat kamera 3D”
- “Rencananya, Intel baru akan siap memasarkan kamera RealSense 3D pada pertengahan 2014”
b. S1+P1 konjungsi S1+P2
- “Intel juga bekerja sama dengan perusahaan 3D Systems, Autodesk, DreamWorks, Microsoft Skype, dan Tencent, untuk menciptakan pengalaman baru melalui teknologi”


c. S1+P1
- “Kamera 3D sejatinya bukanlah hal baru”

4. A. Hubungan Korelatif
“Rencananya, Intel baru akan siap memasarkan kamera RealSense 3D pada pertengahan 2014. Vendor-vendor yang siap memasang kamera RealSense 3D adalah Acer, Asus, Dell, Fujitsu, HP, Lenovo, dan NEC, seperti dilansir USA Today, Selasa 7 Januari 2014”

B. Hubungan Subordinatif
“Visi kami dengan teknologi RealSense ini adalah untuk meniru indera penglihatan manusia. Sehingga, pengguna memiliki pengalaman paling baru ketika sedang menggunakan perangkatnya” 

Minggu, 04 Mei 2014



Linguistik Dan Komputasi

secara definisi, lingusitik adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari mengenai bahasa atau dengan kata lain linguistik adalah disiplin ilmu yang menjadikan bahasa sebagai objek penelitianya, sedangkan definisi komputasi adalah suatu cara dalam penyelesaian suatu masalah dari data dengan input dengan suatu algoritma.

saat ini banyak sekali oarang memepejari ilmu lingusitik komputasi, banyak aplikasi yang menggunakan spech recognation dan speech synthesis dalam fungsi yang berbeda-beda.  ilmu lingistik dan ilmu komputasi memiliki banyak sekali peran dan manfaat bagi masyarkat.  salah satu manfaatnya adalah aplikasi penerjemah bahasa, terkadang seseorang merasa kesulitan apabila ingin menerjemahkan makalah yang dibuatnya kedalam bahasa asing, terutama bahasa asing yang memiliki bahasa yang cukup rumit seperti bahasa rusia dan bahasa jepang.  Degan ilmu linguistik dan komputasi maka bukan hal yang tidak mungkin untuk membuat sebuah aplikasi penerjemaah secara utuh, karena mesin penerjemah saat ini kebanyakan adalah mesin penerjememah per kata, jadi saat harus menerjemahkan satu kalimat/paragraf, maka hasil terjemahanya pun akan berantakan.

untuk membuat sebuah aplikasi penerjemah memang dibutuhkan beberapa tenaga ahli alam bidang yang berbeda, untuk penelitian kebahasaanya membutuhkan teaga ahli dalam bidang linguistik, dan untuk teknis pembuatan aplikasinya membutuhkan tenaga ahli dalam bidani IT.  berbagai orang dalam berbagai disiplin ilmu harus mau dan bisa bekerja sama daam pembautan aplikasi penerjemah.

sulitnya pembuatan aplikasi penerjemah tersebut bisa menjadi tantangan dan peluang yang sangat besar, bagi para peneliti di bidang linguistik dan komputer, karena apabila mereka bisa membuat sebauh aplikasi penerjemah yang baik, maka orang-orang tersebut bisa memberikan kebermanfaatan yang luas bagi masyarakat




Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi
http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa
dali.staff.gunadarma.ac.id/Publications/.../5080-a.doc

Minggu, 20 April 2014

Resume Jurnal yang berjudul “Rancang Bangun Aplikasi Text to Speech Bahasa Indonesia“


Pada jurnal “Rancang Bangun Aplikasi text to Speech Bahasa Indonesia” membahas tentang pembuatan aplikasi berbasis desktop, yang tujuan dari aplikasi tersebut adalah untuk merubah input text dengan bahasa Indonesia menjadi output audio dengan bahasa manado.  Aplikasi desktop tersebut dibuat dengan visual basic 2010 dan dengan beberapa database.  Aplikasi tersebut sudah di uji coba dalam dua sistem operasi yaitu sistem operasi XP dan Windows 7, namun dalam implementasi pada sistem operasi tersebut terdapat beberapa masalah.  Pada sistem operasi XP, aplikasi tidak terdapat pada direktori yang tepat sehingga membuat aplikasi tidak dapat mengeluarkan suara.  Windows 7 juga mengalami permasalahan yang sama, dikarenakan sistem kemanan pada Windows 7, namun permaslaahn tersebut dapat diatasi dengan cara menjalankan aplikasi tersebut sebagai user administrator pada komputer.


Sumber:
http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/elekdankom/article/view/2534/2070

Minggu, 06 April 2014

NPL (bahasa indonesia 2)

METODE PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN METODE NLP (NEURO PROGRAMING LANGUAGE)

 Pada saat ini banyak sekali orang-orang yang ingin dapat berbicara dengan mengunakan Bahasa inggris,dengan tujuan tertentu, tapi banyak sekali orang-orang yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran Bahasa inggri.  Banyak factor yang menyebabkan mereka sulit untuk belajar bahas inggris, salah satunya adalah karena mereka malu dan tidak percaya diri.  Saat ini dikembangkan sebuah metode pembelajaran Bahasa ingris dengan metode Neuro Programing Language(NPL). Neuro Programing Language adalah suatu metode untuk menstimulasi mental dan fikiran kita dengan menggunakan bahasa untuk menciptakan makna dan pengaruh tertentu pada fikiran kita, denan urutan proses yang dapat mempengaruhi kebiasaan dan perilaku manusia untuk mencapai sebuah tujuan tertentu.  Dengan metode NPL tersebut diharapan orang-orang tidak takut lagi untuk berbicara Bahasa ingris, serta memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Pembelajaran Bahasa inggris dengan metode NPL, dapat mempercepat proses pembelajaran serta dapat meningkatkan skill mereka dalam berahasa inggris dengan maksimal, karena dengan NPL dapat melatih dan mengasah kemampuan alam bawah sadar mereka, yang mencakup beberapa kemampuan seperti kepercayaan diri dan keberanian mereka.  Sehingga dapat merangsang seseorang untuk bisa menguasai kemampuan berbicara Bahasa inggris dengan cepat dan baik pula.

Dengan metode NPL banyak orang yang dapat belajar Bahasa inggris dengan mudah karena dengan metode NPL bisa mempengaruhi alam bawah sadar seseorang, sehingga penyerapanya pun bisa dengan maksimal.  Dengan demikian akan banya orang-orang yang dapat berbicara Bahasa inggris dengan baik, sehingga seseorang akan lebih percaya diri saat berbicara dengan orang asing, dan juga seseorang akan dapat dengn mudah mengembangkan diri mereka secara personal apabila menguasai Bahasa asing.


Daftar Pustaka

·         http://www.fimadani.com/semakin-bijak-dengan-nlp/.  Diakses pada 30 Maret 2014

Rabu, 01 Januari 2014

 DAFTAR PUSTAKA


 Pengertian

Daftar Pustaka yaitu suatu daftar yang berisi semua sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam penulisan karya ilmiah seperti Makalah, Skripsi, Tugas Akhir, Laporan, Thesis,dan penelitian. Pemilihan daftar pustaka ini harus benar-benar sesuai dengan pokok permasalahan yang dibahas dalam makalah. Mahasiswa, Dosen, Siswa tidak boleh mencantumkan nama/judul buku, artikel/jurnal serta dokumen lainnya baik cetak maupun internet yang tidak terdapat dalam daftar pustaka ini.

Cara Membuat Daftar Pustaka

Adapun beberapa ketentuan serta aturan cara Penulisan Daftar Pustaka yang baik dan benar yaitu :

  • Bagi penulis yang menggunakan marga/keluarga , nama marga/keluarganya ditulis terlebih dahulu, sedangkan untuk penulis yang tidak menggunakan nama marga / keluarga , diawali dengan penulisan nama akhir / belakang kecuali nama Cina.
  • Gelar kesarjanaan penulis tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka.
  • Judul buku dicetak miring atau digarisbawahi pada setiap kata, jadi tidak dibuat garis bawah  yang bersambung sepanjang judul.
  • Baris pertama diketik mulai ketukan pertama sedangkan baris kedua dan seterusnya diketik mulai ketukan ke-7.
  •  Jarak antara baris satu dengan baris berikutnya satu spasi.
  •  Jarak antara sumber satu dengan sumber berikutnya dua spasi

Sedangkan untuk Cara Penulisan Daftar Pustaka dan teknik Penulisan Daftar Pustaka dibedakan berdasarkan sumbernya yaitu sumber dari Jurnal , buku, Internet, Peraturan Pemerintah , Perundang-undangan, Makalah, Karya Tulis serta Surat Kabar / Koran.



Contoh Daftar Pustaka
Berikut ini merupakan Beberapa Contoh Penulisan yang baik dan benar dari berbagai sumber :
Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Internet :

  •     Hatta M.2004. Yang Terlarang dalam Berkarier. http://www.sdmlink.com/page/artikel/?act/detil/aid/42

Contoh Daftar Pustaka dari Buku :

1. Buku ditulis satu Orang

Christensen R.2006. Roadmap to Strategic HR - Turning A Great Idea into A Business Reality. New York : Amacom

2.Buku ditulis dua Orang

Newman WH and E. Kirby Warren.1977. The Process of Management, Concept, Behaviour and Practice. New Delhi : Prentice Hall of India Private Ltd.

3.Buku ditulis lebih dari dua orang

Ghiselli E. et al 1981. Measurement Theory for The Behavioral Sciences. San Francisco : WH. Freeman and Company

sumber:

1.http://www.gundar.agarirs.com/2013/01/pengertian-cara-membuat-dan-contoh.html
2.tokofun.blogspot.com/2012/04/daftar-pustaka-arti-dan-fungsi-daftar.html

abstrak


ABSTRAK


Pengertian Abstrak

Abstrak adalah representasi dari isi dokumen yang singkat dan tepat. Abstrak merupakan bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri atas bagian-bagian penting dari suatu tulisan, dan mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan.


Cara Membuuat Abstrak
Umumnya, abstrak dibagi dalam beberapa komponen:

Judul:

judul ini berupa satu atau dua kalimat yang menggambarkan dengan jelas isi dari penelitian yang dilaksanakan. Judul harus singkat, padat dan sesuai.

Introduction:

introduction ini adalah paragraph pengantar yang berisi tentang latar belakang singkat mengapa penelitian ini dilakukan. Dari paragraf ini, pembaca harus mengerti seberapa pentingnya penelitian ini.

Methods:

Bagian ketiga dari abstrak ini berisi tentang metode yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan hasil penelitian. Di bagian ini, peneliti akan menjelaskan segala reaksi kimia, pengukuran beserta alat yang digunakan dalam penelitian.

Results

Bagian keempat ini menjelaskan hasil-hasil utama dari penelitian. Tidak ada cukup tempat untuk menuliskan seluruh hasil penelitian anda di abstrak. Maka, anda harus memilih hasil-hasil yang cukup penting untuk ditaruh di dalam abstrak.

Discussion

Di bagian diskusi peneliti akan mencoba menginterpretasikan hasil penelitian tersebut. Peneliti akan menginterpretasikan hasil penelitian tersebut dan mencoba menghubungkannya dengan beberapa penelitian yang dilakukan sebelumnya.


Contoh Abstrak

Penelitian ini bertujuan merancang suatu Aplikasi SMS untuk pendukung layanan informasi perkuliahan di Universitas Muslim Indonesia di Fakultas Ilmu Komputer jurusan Teknik Informatika kota Makassar terutama dalam pengelolahan layanan informasi perkuliahan yang berbasis Mobile Technology.

Cara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan pengumpulan data yang berhubungan dengan pelayanan informasi perkuliahan di Universitas Muslim Indonesia kota Makassar, membuat pemodelan sistem dengan menggambarkannya menggunakan bagan alir sistem dan diagram arus data (DAD),  merancang sebuah aplikasi yang menggunakan bahasa pemrograman PHP dan databasenya menggunakan MySQL, di bantu dengan proyek aplikasi Gammu yang menjembatani sistem komputer dengan Handphone dan implementasi sistem.

Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa sistem komputerisasi dengan berbasiskan database yang berbasis Mobile Technology dapat membantu pelayanan informasi perkuliahan pada Universitas Muslim Indonesia Kota Makassar, Insya Allah dengan Aplikasi SMS untuk Pendukung Layanan Informasi Perkuliahan di Universitas Muslim Indonesia kota Makassar yang telah dirancang penulis, dapat membantu mempermudah pemberian Infomasi perkuliahan.

Kata kunci : aplikasi, sistem informasi, pendukung layanan perkuliahan, berbasis web, Mobile Technology.



sumber:

1.http://www.aldoferly.com/bagaimana-cara-menulis-abstrak-penelitian/

2.http://www.gundar.agarirs.com/2013/01/pengertian-manfaat-dan-contoh-abstrak.html

Kutipan

KUTIPAN




Pengertian
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

Cara Menulis Kutipan Dengan Benar
Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut. Demi mempermudah dalam menulis karya tulis ilmiah disini akan menjelaskan cara penggunaan kutipan.

a.Kutipan langsung dapat dilakukan dengan cara:
dalam bentuk aslinya, tidak disingkat, tidak dipotong, dan tidak diterjemahkan;
dalam bentuk terjemahan;
dalam bahasa aslinya, kemudian diterjemahkan;
atau aslinya dimasukkan dalam lampiran, dan terjemahannya dimasukkan dalam teks.

b.Kutipan tidak langsung dapat dilakukan dengan cara:
menggunakan kata-kata sendiri, akan tetapi pengertiannya tidak berbeda dengan ide/bahan/data orang lain yang dikutip;
membuat tabel, peta, diagram dari data orang lain;
menyusun bagan data orang lain;
menyadur pendapat orang lain

Contoh :
1. Ratnawati (2006:148) menegaskan bahwa “Hasil pemilu 1999 dan pemilu 2004 secara gamblang menunjukkan bahwa PDI-P leading di Kabupaten Bantul.”




sumber :
http://vinaafryani.wordpress.com/2012/11/09/pengertian-kutipan/

Kamis, 14 November 2013

Pengembangan Alinea
    

 Pengembangan paragraf sangat berkaitan erat dengan posisi kalimat topik karena kalimat topiklah yang mengandung inti permasalahan atau ide utama paragraf. Pengembangan paragraph deduktif, misalnya, yang menempatkan ide/gagasan utama pada awal paragraf, pasti berbeda dengan pengembangan paragraf induktif yang merupakan kebalikan dari paragraf deduktif. Demikian juga dengan tipe paragraf yang lainnya.

     Selain kalimat topik, pengembangan paragraf berhubungan pula dengan fungsi paragraf yang akan dikembangkan: sebagai paragraf pembuka, paragraf pengembang, atau paragraf penutup. Fungsi tersebut akan mempengaruhi pemilihan metode pengembangan karena misi ketiga paragraf tersebut dalam karangan saling berbeda .

Metode pengembangan paragraf akan bergantung pada sifat informasi yang akan disampaikan,yaitu: persuasive, argumentatif, naratif, deskriptif, dan eksposisi. Metode tersebut sudah pasti digunakan untuk mengembangkan alinea argumentatif, misalnya akan berbeda dengan naratif.

     Setelah mempertimbangkan factor tersebut barulah kita memilih salah satu metode pengembangan paragraf yang dianggap paling tepat dan efektif. Diantara banyak metode pengembangan paragraf yang terdapat di dalam buku – buku komposisi, disini diangkat enam metode yang umum dipakai untuk mengembangkan alinea dalam penulisan karangan. Metode yang dimaksud adalah : metode definisi, metode contoh, metode sebab-akibat, metode umum khusus, dan metode klasifikasi.

     Didalam mengarang, keenam metode pengembangan paragraf tersebut dapat dipakai silih berganti sesuai dengan keperluan penulis.

1) Metode Definisi
     Yang dimaksud dengan definisi adalah usaha penulis untuk menerangkan pengertian/konsepistilah tertentu. Untuk dapat merumuskan definisi yang jelas, penulis hendaknya memperhatikan klasifikasi konsep dan penentuan cirri khas konsep tersebut. Satu hal yang perlu diingat dalam membuat definisi, kita tidak boleh mengulang kata atau istilah yang kita definisikan di dalam teks definisi itu

2) Metode Proses
     Sebuah paragraf dikatakan memakai metode proses apabila isi alinea menguraikan suatu proses. Proses ini merupakan suatu urutan tindakan atau perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu. Bila urutan atau tahap – tahap kejadian berlangsung dalam waktu yang berbeda, penulis harus menyusunnya secara runtut (kronologis). Banyak sekali peristiwa atau kejadian yang prosesnya berbeda satu sama lainnya. Proses kerja suatu mesin , misalnya, tentu berbeda sangat jauh dengan proses peristiwa sejarah.

3) Metode Contoh
     Dalam karangan ilmiah, contoh dan ilustrsi selalu ditampilkan. Contoh-contoh terurai, lebih-lebih yang memerlukan penjelasan rinci tentu harus disusun berbentuk paragraf.

4) Metode Sebab-Akibat
     Metode sebab-akibat atau akibat-sebab (kausalitas) dipakai untuk menerangkan suatu kejadian dan akibat yang ditimbulkannya, atau sebaliknya. Factor yang terpenting dalam metode kausalitas ini adalah kejelasan dan kelogisan. Artinya, hubungan kejadian dan penyebabnya harus terungkap jelas dan informasinya sesuai dengan jalan pikiran manusia. Metode kausalitas atau sebab-akibat umumnya tampil di tengah karangan yang berisi pembahasan atau analisis. Sifat paragrafnya argumentative murni atau dikombinasikan dengan deskriptif ata eksposisi.

5) Metode Umum-Khusus
     Metode umum-khusnya dan khusus-umum paling banyak dipakai untuk mengembangkan gagasan paragraf agar tampak teratur. Bagi penulis pemula, belajar menyusun paragraf dengan metode ini adalah yang paling disarankan. Pertimbangannya, di samping mengembangkan urutan umum-khusus relative lebih gampang,juga karena model inilah yang paling banyak dipakai dalam karangan ilmiah dan tulisan eksposisi seperti arikel dalam media massa.

6) Metode Klasifikasi
     Bila kita akan mengelompokan benda-benda atau non benda yang memiliki persamaan ciri seperi sifat, bentuk, ukuran, dan lain-lain, cara yang paling tepat adalah dengan metode klasifikasi. Klsifikasi sebenarnya bukan khusu untuk persamaan factor tersebut di atas, tetapi juga untuk perbedaan. Namun, pengelompokan tidak berhenti pada inventarisasi persamaan dan perbedaan. Setelah dikelompokan, lalu dianalisis untuk mendapatkan generalisasi, atau paling tidak untuk diperbandingkan atau dipertentangkan satu sama lainnya
  
PENGERTIAN ALINEA

 Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan nama lain alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi. Demikian pula dengan paragraf berikutnya mengikuti penyajian seperti paragraf pertama.Ada berbagai macam paragraf diantaranya :
Paragraf Campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik.Kalimat topik yang ada pada akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf. Contoh:
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.
Paragraf Deskriptif/Naratif/Menyebar adalah paragraf yang tidak memiliki kalimat utama. Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau tersirat pada kalimat-kalimat penjelas. Contoh:
Di pinggir jalan banyak orang berjualan kue dan minuman. Harganya murah-murah, Sayang banyak lalat karena tidak jauh dari tempat itu ada tumpukan sampah busuk. Dari sampah, lalat terbang dan hinggap di kue dan minuman. Orang yang makan tidak merasa terganggu oleh lalat itu. Enak saja makan dan minum sambil beristirahat dan berkelakar.


Jenis Alinea berdasarkan letak ide pokoknya
Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas. Contoh:
Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya membuka usaha baru.
Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik. Paragraf induktif dapat dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu generalisasi, analogi, dan kausalitas.

♦ Generalisasi adalah pola pengembangan paragraf yang menggunakan beberapa fakta khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum. Contoh:
Setelah karangan anak-anak kelas tiga diperiksa, ternyata Ali, Toto, Alex, dan Burhan, mendapat nilai delapan. Anak-anak yang lain mendapat nilai tujuh. Hanya Maman yang enam dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Oleh karena itu, boleh dikatakan anak-anak kelas tiga cukup pandai mengarang.
Yang menjadi penjelasannya di atas adalah:
Pemerolehan nilai Ali, Toto, Alex, Burhan, Maman, dan anak-anak kelas tiga yang lain merupakan peristiwa khusus.Peristiwa khusus itu kita hubung-hubungkan dengan penalaran yang logis.Kesimpulan atau pendapat yang kita peroleh adalah bahwa anak kelas tiga cukup pandai mengarang.Kesimpulan bahwa anak kelas tiga cukup pandai mengarang, mencakup Ali, Toto, Alex, Burhan, Maman, dan anak-anak lainnya.Dalamkesimpulan terdapat kata cukup karena Maman hanya mendapat nilai enam. Jika Maman juga mendapat nilai tujuh atau delapan, kesimpulannya adalah semua anak kelas tiga pandai mengarang.

♦ Analogi adalah pola penyusunan paragraf yang berisi perbandingan dua hal yang memiliki sifat sama. Pola ini berdasarkan anggapan bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi maka akan ada persamaan pula dalam bidang yang lain. Contoh:
Alam semesta berjalan dengan sangat teratur, seperti halnya mesin. Matahari, bumi, bulan, dan binatang yang berjuta-juta jumlahnya, beredar dengan teratur, seperti teraturnya roda mesin yang rumit berputar. Semua bergerak mengikuti irama tertentu. Mesin rumit itu ada penciptanya, yaitu manusia. Tidakkah alam yang Mahabesar dan beredar rapi sepanjang masa ini tidak ada penciptanya? Pencipta alam tentu adalah zat yang sangat maha. Manusia yang menciptakan mesin, sangat sayang akan ciptaannya. Pasti demikian pula dengan Tuhan, yang pasti akan sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu.
Dalam paragraf di atas, penulis membandingkan mesin dengan alam semesta. Mesin saja ada penciptanya, yakni manusia sehingga penulis berkesimpulan bahwa alam pun pasti ada pula penciptanya. Jika manusia sangat sayang pada ciptaannya itu, tentu demikian pula dengan Tuhan sebagai pencipta alam. Dia pasti sangat sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu.

♦ Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah pola penyusunan paragraf dengan menggunakan fakta-fakta yang memiliki pola hubungan sebab-akibat. Misalnya, jika hujan-hujanan, kita akan sakit kepala atau Rini pergi ke dokter karena ia sakit kepala. Ada tiga pola hubungan kausalitas, yaitu sebab-akibat, akibat-sebab, dan sebab-akibat 1 akibat 2.

Jenis alinea berdasarkan bentuk dan sifatnya

Isi sebuah paragraf dapat bermacam-macam bergantung pada maksud penulisannya dan tuntutan konteks serta sifat informasi yang akan disampaikan.Penyelarasan sifat isi paragraf dengan isi karangan sebenarnya cukup beralasan karena pekerjaan menyusun paragraf adalah pekerjaan mengarang juga.

Berdasarkan bentuk dan sifatnya, alinea dapat digolongkan atas lima macam,yaitu:

- Paragraf Persuasif : adalah isi paragraf mempromosikan sesuatu dengan cara mempengaruhi atau mengajak pembaca. Paragraf persuasif banyak dipakai dalam penulisan iklan,terutama majalah dan Koran . Sedangkan paragraf argumentasi, deskripsi, daneksposisi umumnya dipakai dalam karangan ilmiah seperti buku,skripsi makalah dan laporan. Paragraf naratif sering dipakai untuk karangan fiksi seperti cerpen dan novel.

- Paragraf argumentasi : adalah isi paragraf membahas satu masalah dengan bukti_bukti alasan yang mendukung.

- Paragraf naratif : adalah isi paragraf menuturkan peristiwa atau keadaan dalam bentuk data atau cerita.

- Paragraf deskritif : adalah paragraf yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu dengan bahasa.

contoh kalimat topik

Banyak petani yang merasa puas dengan kenaikan harga jual gabah kering giling tahun ini. Mereka mengekspresikan kegembiraannya dengan mengadakan pesta panen yang agak berlebihan.Siangnya bebepara kelompok reog didatangkan langsung dari Ponorogo dan diminta main sambil diarak keliling kampung.Malam harinya,wayang kulit yang menjadi kesenian leluhur desa itu pun digelar semalam suntuk. Tanpa harus diminta, setiap warga seolah berlomba-lomba menyumbangkan sedikit hasil buminya untuk diolah dijadikan makanan pesta itu




Kalimat topik paragraf di atas terdapat di awal paragraf, diperjelas oleh kalimat (2), yaitu bahwa rasa puas petani itu di ekspresikan dengan pesta yang agak berlebihan. Keberlebihan pesta yang dinyatakan dalam kalimat (2) dijelaskan dalam kalimat-kalimat berikutnya, yaitu bahwa beberapa kelompok reog –tidak hanya satu kelompom didatangkan langsung dari ponorogo,wayang kulit digelar semalam suntuk, dan warga berlomba-lomba menyumbangkan hasil bumi untuk keperluan hidangan makan





sumber: 1. http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2298159-contoh-kalimat-topik-kalimat-utama/#ixzz2p8WCX85n  
2.http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2298159-contoh-kalimat-topik-kalimat-utama/#ixzz2p8VZNliX

Senin, 04 November 2013

KALIMAT EFEKTIF

Pengertian

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksudnya/arti serta tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara. Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis. Untuk itu penyampaian harus memenuhi syarat sebagai kalimat yang baik, yaitu strukturnya benar, pilihan katanya tepat, hubungan antarbagiannya logis, dan ejaannya pun harus benar.

Ciri-ciri kalimat efektif


1. KESEPADANAN STRUKTUR BAHASA
• Kesepadanan ialah keseimbangan antara gagasan dan struktur bahasa yang digunakan.
• Kesepadanan kalimat dibangun melalui kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik.
• Kesatuan menunjuk bahwa dalam satu kalimat hendaknya hanya ada satu ide pokok.
• Satu ide pokok tidak diartikan sebagai ide tunggal, tetapi ide yang dapat dikembangkan ke dalam beberapa ide penjelas.

BEBERAPA CIRI KESEPADANAN
• Mempunyai struktur jelas.
• Kejelasan subjek dan predikat dapat dilakukan dengan tidak menggunakan kata depan: di, dalam, bagi, untuk, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, dan sebagainya yang ditempatkan di depan subjek.
• Tidak terdapat subjek ganda.
• Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang.

Contoh-contoh Kesepadanan
• Kepada setiap pengendara mobil di Surabaya harus memiliki surat izin mengemudi = subyeknya tidak jelas.
• Tentang kelangkaan pupuk mendapat keterangan para petani. à unsur S-P-O tidak berkaitan erat
• Setiap pengendara mobil di Surabaya harus memiliki surat izin mengemudi.
• Para petani mendapat keterangan tentang kelangkaan pupuk
.
2. KEPARALELAN ATAU KESEJAJARAN BENTUK
• Keparalelan atau kesejajaran bentuk adalah terdapatnya unsur-unsur yang sama derajatnya, sama pola atau susunan kata dan frasa yang dipakai di dalam kalimat.
• Bila bentuk pertama menggunakan nomina, bentuk kedua dan seterusnya juga harus menggunakan nomina.
• Demikian pula bila menggunakan bentuk-bentuk lain.
Contoh-contoh Kepararelan:
1. Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah pengecatan tembok, memasang lampu, pengujian sistem pembagian air, dan menata ruang.
2. Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara wajar

3. KETEGASAN ATAU PENEKANAN KATA
• Merupakan perlakuan khusus pada kata tertentu dalam kalimat sehingga berpengaruh terhadap makna kalimat secara keseluruhan.
• Ada beberapa cara penekanan dalam kalimat:
1. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu pada awal kalimat
2. Melakukan pengulangan (repetisi)
3. Melakukan pengontrasan kata kunci
4. Menggunakan partikel penegas

Penekanan Kata :
1. Menempatkan kata yang ditonjolkan di awal kalimat.
 Sumitro menjelaskan bahwa manusia mempunyai kecenderungan tidak puas.
 Persoalan itu dapat diselesaikan dengan mudah.
2. Repetisi
– Saudara-saudara, kita tidak suka dibohongi, kita tidak suka ditipu, kita tidak suka dibodohi
– Pembangunan dilihat sebagai proses yang rumit dan mempunyai banyak dimensi, tidak hanya berdimensi ekonomi tapi juga dimensi politik, dimensi sosial, dan dimensi budaya
3. Pengontrasan kata kunci
– Informasi ini tidak bersifat sementara, tetapi bersifat tetap.
– Peserta kegiatan ini adalah laki-laki, bukan perempuan.
4. Partikel Penegas
– Andalah yang bertanggung jawab menyelesaikan masalah itu
– Meskipun hujan turun, Ia tetap bersemangat berangkat ke sekolah

4. KEHEMATAN KATA
 Kehematan adalah upaya menghindari pemakaian kata yang tidak perlu jadi  kata menjadi padat berisi.
Dapat dilakukan dengan cara:
- Menghilangkan pengulangan subyek
- Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata
- Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat
- Kehematan dengan tidak menjamakkan kata yang sudah jamak
  1. Contoh Menghilangkan pengulangan subyek
 Karena ia tak diundang, dia tidak dating ke tempat itu.
Mestinya menggilangkan kata ia
  1. Contoh Menghindarkan pemakaian superordinate pada hiponimi kata
Mira adalah gadis yang memakai bajuwarna merah
Mestinya menggilangkan kata warna
  1. Contoh Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat
Jangan naik ke atas karena licin.
Mestinya menggilangkan kata ke atas
Kehematan dengan tidak menjamakkan kata yang sudah jamak
Ia mengambil semua jeruk-jeruk yang masih ada di meja.

5.KESATUAN GAGASAN
 Kesatuan gagasan adalah terdapatnya satu ide pokok dalam sebuah kalimat.
 Contoh:
 Berdasarkan agenda sekretaris manajer personalia akan memberi pengarahan kepada pegawai baru.

6.KELOGISAN 
 Kelogisan adalah terdapatnya arti kalimat yang logis/masuk akal dan penulisannya sesuai EYD.
Contoh:
- Karena lama tinggal di asrama putra, anaknya semua laki-laki
- Kepada ibu Intha, waktu dan tempat kami persilakan.
- Jalur ini terhambat oleh iring-iringan jenazah.



sumber:

-http://vanandrianto.wordpress.com/2012/04/02/definisi-dan-ciri-ciri-kalimat-efektif-b-indo/
-http://arifjacob.blogspot.com/2010/10/pengertian-kalimat-efektif-dan-contoh.html
KATA DAN PILIHAN KATA


Pengertian

Pilihan kata atau Diksi adalah pemilihan kata – kata yang sesuai dengan apa yang hendak kita ungkapkan. Diksi  atau Plilihan kata mencakup pengertian kata – kata mana yang harus dipakai untuk mencapai suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata – kata yang tepat atau menggunakan ungkapan – ungkapan, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.

Imbuhan Dari Bahasa Asing


A.   SANSEKERTA (-man , -wan, -wati)
a.    Imbuhan –manCiri:·         diletakkan pada kata yang berakhir dengan vokal –i·         Menunjukkan laki-laki·         Fungsi : menbentuk kata benda·         Makna : orang yang. . .Contoh:seniman, budiman
b.    Imbuhan –wanCiri :     ~ Diletakkan pada kata yang berakhir dengan vokal selain –i     ~ Menunjukkan laki-laki     ~ Fungsi : membentuk kata benda dan sifat     ~ Makna : orang yang. . .Contoh : cendekiawan , wartawan
c.    Imbuhan –watiCiri :     Sejalan dengan akhiran-wan     Menunjukkan wanita     Makna : orang yang. . .Contoh : peragawati , olahragawati
B.   ARAB ( -i, -wi, -iah )Ciri :          # Diletakkan pada kata yang berakhir dengan vokal-a          # Makna : mempunyai sifat          # Fungsi : membentuk kata sifat / kata bendaContoh : surgawi , duniawi
C.   EROPA ( -is, -isme, -isasi )
i.             Imbuhan –isCiri :          + Berasal dari bahasa belanda          + Makna : “yang bersifat” atau “orang yang . .”          + Fungsi : membentuk kata sifat atau kata bendaContoh: teoritis , aktivis
ii.            Imbuhan –ismeCiri :          ^ Berasal dari bahasa belanda          ^ Makna : aliran atau paham          ^ Fungsi : membentuk kata bendaContoh : komunisme , kapitalisme
iii.           Imbuhan –isasiCiri :a.    Berasal dari bahasa inggrisb.    Makna : prosesc.    Fungsi : membentuk kata benda

 Contoh : urbanisasi , imunisasi

Upaya Pengindonesian

Imbuhan dalam bahasa asing dan upaya pengindonesian

a. Berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu: -man, -wan, -wati.
b. Berasal dari bahasa Arab, yaitu: -i, -wi, -iah.
c. Berasal dari bahasa Inggris, yaitu: -is, -istis, -isasi.

Contoh kata-kata berimbuhan asing tersebut adalah:
- seniman (asal kata: seni)
- hartawan (asal kata: harta)
- wartawati (asal kata: warta)
- insani (asal kata: insan)
- duniawi (asal kata: dunia)
- lahiriah (asal kata: lahir)
- praktis (asal kata: praktik)
- materialistis (asal kata: material)
- spesialisasi (asal kata: special)
 
Hubungan Makna Kata
 
Hiponimi berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu onoma berarti “nama” dan hypo berarti “di bawah”. Jadi, secara harfiah berarti “nama yang termasuk di bawah nama lain”. Sesuai dengan yang diungkapkan Keraf (2005:38)
Hiponimi adalah semacam relasi antar kata yang berwujud atas- bawah, atau dalam suatu makna terkandung sejumlah komponen yang lain. Karena ada kelas atas yang mencakup sejumlah komponen yang lebih kecil dan ada kelas bawah yang merupakan komponen komponen yang tercakup dalam kelas atas, maka kata yang berkedudukan di kelas atas ini disebut superordinat dan kata yang berada di kelas bawah disebut hiponim. Istilah superordinat dan hiponim adalah istilah semantic

Homonim
 berasal dari kata homo berarti sama dan nym berarti nama. Berarti
 homonim adalah kata yang penamaan dan pengucapannya sama tetapi artinya berbeda. Saya sudah bisa menyetir mobil Tetanggaku terkena bisa ular yang mematikanAda Orang beruang sedang belanja.Besok senin akan diadakan Rapat OSISsudah 10 kali yang dilewatinya.

Polisemi adalah suatu kata yang mempunyai makna lebih dari satu.
Contoh :
a. Saya masih punya hubungan darah dengan keluarga Bu Rani. (darah=kesaudaraan)
b. Tubuhnya berlumuran darah setelah kepalanya terbentur tiang listrik. (darah=yang berada dalam tubuh)
 
Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Sinomin bisa disebut juga dengan persamaan kata atau padanan kata. Contoh:
  • binatang = fauna
  • bohong = dusta
  • haus = dahaga
  • pakaian = baju
  • bertemu = berjumpa
Antonim adalah suatu kata yang artinya berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata. Contoh:
  • keras x lembek
  • naik x turun
  • kaya x miskin
  • surga x neraka
  • laki-laki x perempuan
  • atas x bawah
Homonim adalah suatu kata yang memiliki makna yang berbeda tetapi lafal atau ejaan sama. Jika lafalnya sama disebut homograf, namun jika yang sama adalah ejaannya maka disebut homofon. Contoh:
  • Amplop (homofon)
    • Untuk mengirim surat untuk bapak presiden kita harus menggunakan amplop (amplop = amplop surat biasa)
    • Agar bisa diterima menjadi pns ia memberi amplop kepada para pejabat (amplop = sogokan atau uang pelicin)
  • Bisa (homofon)
    • Bu kadir bisa memainkan gitar dengan kakinya (bisa = mampu)
    • Bisa ular itu ditampung ke dalam bejana untuk diteliti (bisa = racun)
  • Masa dengan Massa (homograf)
    • Guci itu adalah peninggalan masa kerajaan kutai (masa = waktu)
    • Kasus tabrakan yang menghebohkan itu dimuat di media massa (massa = masyarakat umum.
     
sumber:
-http://jhonatanoktavianusug.blogspot.com/2013/10/kata-dan-pilihan-kata_31.html
-http://www.slideshare.net/Edhots/imbuhan-asing-13796931
-http://zindriasihlinati.blogspot.com/2013/05/diksi-atau-pilihan-kata.html

 


 

Jumat, 27 September 2013

Ragam Dan Laras Bahasa Indonesia

Ragam Dan Laras Bahasa Indonesia


Hai kawan-kawan, salam sejahtera buat kita semua :D hehehe temen-temen pasti banyak yang bertanya-tanya apasih ragam dan laras bahasa?, nah pada hari yang luar biasa ini saya akan membahas ragam dan laras bahasa indonesia :)

Pengertian Ragam Bahasa
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990). Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi. 

Pengertian Laras Bahasa
laras bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan pemakaianya.dalam hal ini kita mengenal iklan, laras ilmiah,laras populer,laras featue,laras komik,laras sastra, yang masih dapat di bagi atas laras cerpen, laras puisi,laras novel, dan sebagainya.

 Macam-macam Ragam Bahasa
Yaitu bisa dibagi 3 berdasarkan media,cara pandang penutur, dan topik pembicaraan.
1. Ragam bahasa berdasarkan media
a.   Ragam bahasa Media (Lisan)
Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat. Namun hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan kalimat dan unsur-unsur didalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicara menjadi pendukung didalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan.
Pembicara lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicara lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa dituliskan, ragam bahasa itu tidak bisa disebut ragam bahasa tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak  menunjukan cir-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dengan tulisan,  ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis. Kedua ragam itu masing-masing adapun ciri dari keduanya:
Ciri-ciri ragam lisan:
·         Memerlukan orang kedua/teman bicara.
·         Tergantung kondisi, ruang, dan waktu.
·         Tidak harus memperhatikan gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
·         Berlangsung cepat


b.Ragam Tulis
Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulisan makna kalimat yang diungkapkan nya ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalomat. Oleh karrena itu, penggunaan ragam baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk katadan struktur kalimat, serta kelengkapaan unsur-unsur bahasa di dalam struktur kalimat.
Ciri-ciri ragam tulis:
1.      Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara;
2.      Tidak tergantung kondisi, situasi & ruang serta waktu;
3.      Harus memperhatikan unsur gramatikal;
4.      Berlangsung lambat;
      5.      Selalu memakai alat bantu;
      6.      Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi;
      7.     Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka, hanya terbantu dengan tanda baca.
           Contohnya: “Saya sudah membaca buku itu”.

Perbedaan antara ragam lisan dan tulisan (berdasarkan tata bahasa dan kosa kata ) :
Tata Bahasa :
a.       Ragam Bahasa lisan
1)      Nia sedang baca surat kabar.
2)      Ari mau nulis surat.
3)      Tapi kau tak boleh menolak lamaran itu.
b.      Ragam bahasa tulisan.
1)         Nia sedang membaca surat kabar.
2)         Ari mau menulis surat.
3)         Namun, engkau tidak boleh menolak lamaran itu.


Kosa kata :
a.       Ragam bahasa lisan
1)    Ariani bilang kalau kita harus belajar.
2)    Kita harus bikin karya tulis.
3)    Rasanya masih terlalu pagi buat saya, Pak
b.      Ragam bahasa tulisan
1)    Ariani mengatakan bahwa kita harus belajar.
2)    Kita harus membuat karya tulis.
3)    Rasanya masih telalu muda bagi saya, Pak.

2.Ragam bahasa Indonesia dari cara pandang penutur.Berdasarkan cara pandang penutur, ragam bahasa indonesia terdiri dari ragam dialek, ragam terpelajar, ragam resmi dan ragam tak resmi.
 Contoh:
Ragam dialek     : “Gue udah baca itu buku ”
Ragam terpelajar : “Saya sudah membaca buku itu”
Ragam resmi       : “Saya sudah mmbaca buku itu”
Ragam tak resmi  : “Saya sudah baca buku itu”

3.Ragam bahasa Indonesia menurut topik pembicaraan.Berdasarkan topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri dari ragam bahasa ilmiah, ragam hukum, ragam bisnis, ragam agama, ragam sosial, ragam kedokteran dan ragam sastra.  
Ragam hukum     : Dia dihukum karena melakukan tindak pidana.
Ragam bisnis       : Setiap pembelian diatas nilai tertentu akan diberikan diskon.
Ragam sastra       : Cerita itu menggunakan Flashback.
Ragam kedokteran: Anak itu menderita penyakit kuorsior
sumber:
http://melyanaaprilia.blogspot.com/2013/01/ragam-dan-laras-bahasa.html
http://sekapursirihpunya.blogspot.com/2013/05/contoh-makalah-ragam-bahasa.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Laras_bahasa