Menu kgk jelas

Senin, 04 November 2013

KATA DAN PILIHAN KATA


Pengertian

Pilihan kata atau Diksi adalah pemilihan kata – kata yang sesuai dengan apa yang hendak kita ungkapkan. Diksi  atau Plilihan kata mencakup pengertian kata – kata mana yang harus dipakai untuk mencapai suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata – kata yang tepat atau menggunakan ungkapan – ungkapan, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.

Imbuhan Dari Bahasa Asing


A.   SANSEKERTA (-man , -wan, -wati)
a.    Imbuhan –manCiri:·         diletakkan pada kata yang berakhir dengan vokal –i·         Menunjukkan laki-laki·         Fungsi : menbentuk kata benda·         Makna : orang yang. . .Contoh:seniman, budiman
b.    Imbuhan –wanCiri :     ~ Diletakkan pada kata yang berakhir dengan vokal selain –i     ~ Menunjukkan laki-laki     ~ Fungsi : membentuk kata benda dan sifat     ~ Makna : orang yang. . .Contoh : cendekiawan , wartawan
c.    Imbuhan –watiCiri :     Sejalan dengan akhiran-wan     Menunjukkan wanita     Makna : orang yang. . .Contoh : peragawati , olahragawati
B.   ARAB ( -i, -wi, -iah )Ciri :          # Diletakkan pada kata yang berakhir dengan vokal-a          # Makna : mempunyai sifat          # Fungsi : membentuk kata sifat / kata bendaContoh : surgawi , duniawi
C.   EROPA ( -is, -isme, -isasi )
i.             Imbuhan –isCiri :          + Berasal dari bahasa belanda          + Makna : “yang bersifat” atau “orang yang . .”          + Fungsi : membentuk kata sifat atau kata bendaContoh: teoritis , aktivis
ii.            Imbuhan –ismeCiri :          ^ Berasal dari bahasa belanda          ^ Makna : aliran atau paham          ^ Fungsi : membentuk kata bendaContoh : komunisme , kapitalisme
iii.           Imbuhan –isasiCiri :a.    Berasal dari bahasa inggrisb.    Makna : prosesc.    Fungsi : membentuk kata benda

 Contoh : urbanisasi , imunisasi

Upaya Pengindonesian

Imbuhan dalam bahasa asing dan upaya pengindonesian

a. Berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu: -man, -wan, -wati.
b. Berasal dari bahasa Arab, yaitu: -i, -wi, -iah.
c. Berasal dari bahasa Inggris, yaitu: -is, -istis, -isasi.

Contoh kata-kata berimbuhan asing tersebut adalah:
- seniman (asal kata: seni)
- hartawan (asal kata: harta)
- wartawati (asal kata: warta)
- insani (asal kata: insan)
- duniawi (asal kata: dunia)
- lahiriah (asal kata: lahir)
- praktis (asal kata: praktik)
- materialistis (asal kata: material)
- spesialisasi (asal kata: special)
 
Hubungan Makna Kata
 
Hiponimi berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu onoma berarti “nama” dan hypo berarti “di bawah”. Jadi, secara harfiah berarti “nama yang termasuk di bawah nama lain”. Sesuai dengan yang diungkapkan Keraf (2005:38)
Hiponimi adalah semacam relasi antar kata yang berwujud atas- bawah, atau dalam suatu makna terkandung sejumlah komponen yang lain. Karena ada kelas atas yang mencakup sejumlah komponen yang lebih kecil dan ada kelas bawah yang merupakan komponen komponen yang tercakup dalam kelas atas, maka kata yang berkedudukan di kelas atas ini disebut superordinat dan kata yang berada di kelas bawah disebut hiponim. Istilah superordinat dan hiponim adalah istilah semantic

Homonim
 berasal dari kata homo berarti sama dan nym berarti nama. Berarti
 homonim adalah kata yang penamaan dan pengucapannya sama tetapi artinya berbeda. Saya sudah bisa menyetir mobil Tetanggaku terkena bisa ular yang mematikanAda Orang beruang sedang belanja.Besok senin akan diadakan Rapat OSISsudah 10 kali yang dilewatinya.

Polisemi adalah suatu kata yang mempunyai makna lebih dari satu.
Contoh :
a. Saya masih punya hubungan darah dengan keluarga Bu Rani. (darah=kesaudaraan)
b. Tubuhnya berlumuran darah setelah kepalanya terbentur tiang listrik. (darah=yang berada dalam tubuh)
 
Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Sinomin bisa disebut juga dengan persamaan kata atau padanan kata. Contoh:
  • binatang = fauna
  • bohong = dusta
  • haus = dahaga
  • pakaian = baju
  • bertemu = berjumpa
Antonim adalah suatu kata yang artinya berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata. Contoh:
  • keras x lembek
  • naik x turun
  • kaya x miskin
  • surga x neraka
  • laki-laki x perempuan
  • atas x bawah
Homonim adalah suatu kata yang memiliki makna yang berbeda tetapi lafal atau ejaan sama. Jika lafalnya sama disebut homograf, namun jika yang sama adalah ejaannya maka disebut homofon. Contoh:
  • Amplop (homofon)
    • Untuk mengirim surat untuk bapak presiden kita harus menggunakan amplop (amplop = amplop surat biasa)
    • Agar bisa diterima menjadi pns ia memberi amplop kepada para pejabat (amplop = sogokan atau uang pelicin)
  • Bisa (homofon)
    • Bu kadir bisa memainkan gitar dengan kakinya (bisa = mampu)
    • Bisa ular itu ditampung ke dalam bejana untuk diteliti (bisa = racun)
  • Masa dengan Massa (homograf)
    • Guci itu adalah peninggalan masa kerajaan kutai (masa = waktu)
    • Kasus tabrakan yang menghebohkan itu dimuat di media massa (massa = masyarakat umum.
     
sumber:
-http://jhonatanoktavianusug.blogspot.com/2013/10/kata-dan-pilihan-kata_31.html
-http://www.slideshare.net/Edhots/imbuhan-asing-13796931
-http://zindriasihlinati.blogspot.com/2013/05/diksi-atau-pilihan-kata.html

 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar